investasi leher ke atas

investasi leher ke atas

investasi leher ke atas, Bagi Anda yang sedang memulai bisnis, mungkin modal menjadi kendala dalam mengembangkan bisnis Anda.

Biasanya ide dan keinginan yang berbeda untuk pengembangan bisnis tidak dapat dipenuhi karena terjebak dalam masalah keuangan.

investasi leher ke atas, Lagi Cari Investor Namun, masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan mencari investor, seperti yang Anda tahu.

Dalam dunia bisnis, kehadiran investor merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu. Investor datang dengan menuangkan uang mereka ke dalam bisnis yang Anda mulai.

Nah, untuk mendatangkan investor, Anda harus membuat proposal bisnis. Selanjutnya, proposal bisnis ini bertujuan untuk meyakinkan investor untuk menyediakan dana untuk bisnis Anda. Selain itu, dengan proposal bisnis, investor juga mengetahui model bisnis dan orientasi bisnis apa yang akan Anda kejar.

investasi emas , Ketika berbicara tentang isi tawaran pekerjaan, Anda kemudian dapat memasukkan nama bisnis Anda, modal yang dibutuhkan, analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat), peluang pasar dan juga penjelasan tentang produk bisnis Anda.

Jadi, agar tidak bingung, Anda dapat menyalin contoh konten proposal bisnis di bawah ini. Berikut adalah 3 contoh proposal bisnis untuk menarik investor.

1. Lagi Cari Investor Proposal kerajinan

investasi leher ke atas, Bagi Anda yang sedang memulai bisnis kerajinan dan membutuhkan dana, berikut adalah proposal bisnis yang dapat Anda tawarkan kepada investor.

  1. Judul proposal usaha: kumbang kepik dari botol plastik bekas
  2. Bahan dan alat yang dibutuhkan
  • Botol plastik bekas (ukuran bebas)
  • Cat warna cerah
  • Kuas
  • Bola pimpong
  • Bola mata kecil plastik
  • Lem
  • Kawat
  • Gunting dan pisau
  • Pernak-pernik
  • Paku kecil
  1. Cara pembuatan
  • Pertama, membuat bagian badan terlebih dahulu dengan memotong bagian bawah botol plastik menggunakan gunting.
  • Kemudian cat bagian dalam botol plastik
  • Setelah itu jemur botol plastik di bawah sinar matahari sampai cat kering.
  • Siapkan bola pimpong, kemudian buatlah bagian kepala dengan memotong bola pimpong menjadi ukuran seperempat.
  • Agar menyerupai kepala kumbang, cat bola pimpong dengan warna hitam.
  • Potong kawat sekitar 4-5 cm dan tekuk bagian ujungnya. Kawat ini digunakan untuk antena kumbang
  • Kemudian, melubangi kepala agar antena dapat dipasang menggunaka paku kecil.
  • Tempelkan bagian kepala dan badan kumbang menggunakan lem.
  • Setelah itu, tempel juga matanya serta tambahkan pernak-pernik pada bagian badan kumbang.
  • Hiasan kumbang kupik yang lucu siap digunakan.
  1. Perencanaan anggaran

Modal

  • Cat : Rp30.000
  • Kuas : Rp5.000
  • Bola pimpong : Rp25.000
  • Kawat: : Rp5.000
  • Bola mata plastik kecil : Rp4.000
  • Lem : Rp6.000
  • Jumlah : Rp75.000 estimasi untuk 35 unit

Penjualan

Rencana harga jual: Rp85.000 untuk 35 unit

Profit

Harga jual – modal: Rp85.000-Rp75.000 = Rp10.000

  1. Analisis SWOT
  2. a) Strength
  • Harga relatif murah
  • Produk menarik dan lucu khusunya untuk anak-anak
  1. b) Weakness
  • Tidak ramah lingkungan karena terbuat dari plastik.
  1. c) Opportunity
  • Belum ada yang pernah menjual produk ini di daerah serupa
  • Menerima pesanan
  • Melayani jual beli online.
  1. d) Threat
  • Banyak penjual produk serupa dengan bahan yang lebih baik berupa kain flannel

2. Lagi Cari Investor proposal Kuliner

Lagi Cari Investor Untuk Bisnismu? Yuk, Sontek Proposal Bisnis Ini, Apakah Anda ingin mengembangkan bisnis kuliner Anda? Kamu pasti bisa, Bela. Anda dapat menyalin proposal bisnis di bawah ini untuk menarik perhatian investor. Jangan lupa detailnya ya, mulai dari modal hingga estimasi penjualan.

  1. Judul Proposal Usaha: Rahman Bakery
  2. Rencana produk

Lagi Cari Investor Untuk Bisnismu? Yuk, Sontek Proposal Bisnis Ini, Usaha bakery merupakan jenis usaha yang menjual kue dan roti berukuran kecil dengan rasa yang enak sehingga cocok sebagai makanan ringan.

  1. Keunggulan Produk
  • Bakery adalah makanan yang lezat dan bergizi
  • Harga relatif murah karena dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak sampai dewasa.
  • Bakery tersedia dalam berbagai citra rasa.
  1. Bahan dan alat yang di butuhkan
  • Tepung terigu: 34 kg
  • Isi roti: selai nanas, strawberry, cokelat (6 kg)
  • Gula pasir: 17 kg
  • Mentega: 17 kg
  • Telur: 70 butir
  • Ragi: 1.000 gram
  • Garam: 200 gram
  1. Proses pembuatan Produk
  • Pertama, persiapkan bahan-bahan untuk pembuatan roti seperti tepung terigu, selai, gula pasir, mentega, telur, ragi dan garam.
  • Setelah semua bahan siap, takarlah bahan menggunakan timbangan
  • Kemudian campurkan tepung terigu, telur, garam, ragi dan mentega

selanjutnya aduk menggunakan mixer lalu masukan air secukupnya.

  • Setelah menjadi adonan diamkan selama 10 menit.
  • Bagi adonan sesuai dengan keinginan.
  • Roti yang telah dikembangkan, dibentuk dan diisi lalu dimasukan ke dalam loyang besar untuk dioven kurang lebih 15 menit (170ºC).
  • Dinginkan roti kira-kira 1 jam.
  • Setelah roti dingin lakukanlah pengemasan.
  1. Analisis SWOT
  • Strength
    Usaha roti ini memiliki tampilan dan cita rasa khas yang berbeda dibandingkan bakery lainnya.
  • Weakness
    Produk roti tidak mampu bertahan lama dan mudah ditiru.
  • Opportunity
    Budaya konsumtif masyarakat menjadi peluang utama untuk meraih keuntungan dengan menjual roti yang memiliki beragam rasa.
  • Threat
    Banyak produsen bakery yang sudah terlanjur memiliki nama di Bandung.

Harga bahan baku yang tidak stabil juga dapat mengurangi profit.

  1. Biaya Produksi Harian
  • Tepung terigu (34 kg) Rp255.000
    Selai (6 kg) Rp40.000
    • Gula pasir (17 kg) Rp180.000
    • Mentega (17 kg) Rp160.000
    • Telur (70 butir) Rp110.000
    • Ragi (1.000 gram) Rp50.000
    • Garam (200 gram) Rp45.000
    • Plastik (90 buah) Rp100.000

Total Biaya bahan baku Rp940.000
Perkiraan total biaya alat =Rp 500.000
Proyeksi Penjualan per hari = Rp1.800.000
Laba bersih = Rp 1.800.000 – (Rp 940.000 + 500.000) = Rp360.000
Jadi, laba bersih per hari yang akan diterima Rp360.000

3. Bisnis property

investasi bibit, Ingin punya proyek properti tapi tidak punya modal yang cukup? Tenang saja, Bela. Anda dapat menemukan investor untuk benar-benar mewujudkan impian bisnis Anda. Anda dapat menggunakan formulir proposal bisnis di bawah ini sebagai referensi untuk menarik investor yang tertarik dengan bisnis Anda.

  1. Judul: Pengembangan Rumah atau Toko
  2. Produk yang ditawarkan:
  • Rumah took
  1. Lokasi Proyek:
  • Sukabumi

4 . Site Plan:

Tanah ini memiliki luas sekitar 625m2 (25m x 25m).

Salah satu lokasi terbaik untuk mengembangkan pertokoan adalah dengan memasang cangkul, di persimpangan jalan dengan lalu lintas dua arah masing-masing.

Sehingga posisinya strategis, tempat parkir bisa dari dua sisi, dan pagar bisa dibuka, yang mudah keluar masuk tempat parkir dan bisa menampung banyak tempat parkir.

Di lahan seluas 4 unit ukuran 5 m x 25 m dapat dibangun.

Modulus dasar bangunan pada skema ini = 48%, dan tempat parkir = 325 m2 (52%), dapat menampung 26 tempat parkir.

  1. Nilai Investasi:

Estimasi total investasi tanah dan bangunan sekitar Rp 5 miliar (4 unit).

Untuk toko masing-masing 3 lantai dengan asumsi harga tanah sekitar Rp 4 juta/m2.

Jika harga tanah lebih rendah dari harga ini, investasi akan lebih sedikit.

  1. Penentuan Harga:

Harga pokok penjualan (HPP) = Rp 1,25 miliar/Unit

Harga Pesaing = Rp3,5  miliar.

  1. Pembangunan:
  • Pembangunan dapat dilaksanakan sendiri.
  • Pembangunan dilakukan kerja sama.
  1. Sistem Pemasaran
  • Iklan di media
  • Media sosial
  • Agen pemasaran
  • Pameran
  • Analisis SWOT
  1. a) Strength
    Harga relatif murah dibandingkan proyek sejenis
    Produk mengedepankan kualitas
  2. b) Weakness
    Fasilitas pendukung kurang memadai
  3. c) Opportunity
    Menerima pemesanan secara online
  4. d) Threat
    Banyak penjual produk serupa di wilayah tersebut

Sekian contoh proposal usaha dan bisnis ini, selamat mencoba, ya. Semoga segera gol!